Kanda Sam Senior HIPMI Bagikan Perjalanan Bisnis: Dari Titik Terendah hingga Membangun Jaringan Bisnis Global
- 01 Sep, 2026
- Organisasi & Komunitas
Kanda Sam (Tengah)
BANDUNG, SudutPublik.com – Perjalanan membangun bisnis tidak selalu tentang kesuksesan dan pencapaian. Ada masa ketika seorang pengusaha harus menghadapi tekanan, mengambil keputusan sulit, bahkan kembali memulai semuanya dari titik nol.
Hal tersebut menjadi pesan utama dalam sharing perjalanan bisnis yang disampaikan Kanda Sam, senior HIPMI, dalam pertemuan bersama para pengusaha muda pada Selasa (1/9/2026) di Koat Coffee.
Dalam kesempatan tersebut, Kanda Sam membagikan pengalaman panjangnya membangun bisnis, termasuk ketika menghadapi salah satu fase paling berat dalam perjalanan usahanya.
Ujian Justru Datang Saat Bisnis Berada di Puncak
Menurut Kanda Sam, tantangan terbesar dalam perjalanan bisnisnya justru terjadi ketika usaha sedang berada di puncak kejayaan pada 2012.
Pada fase tersebut, dirinya mengakui pernah mengambil keputusan ekspansi dengan terlalu mengandalkan pembiayaan perbankan atau utang. Pengalaman tersebut kemudian menjadi pembelajaran penting bahwa seorang pengusaha memiliki banyak alternatif sumber pendanaan yang perlu dipertimbangkan secara matang.
Pengalaman itu menjadi titik refleksi sekaligus pelajaran dalam menentukan arah perjalanan bisnis berikutnya.
Hijrah dan Memulai Kembali dari Nol
Kanda Sam kemudian mengambil keputusan besar untuk meninggalkan pembiayaan yang menurut prinsip yang diyakininya tidak sesuai dengan nilai yang ingin dijalankan, serta memilih membangun sumber penghasilan yang diyakini 100 persen halal bagi keluarganya.
Keputusan tersebut turut mengubah arah bisnisnya. Ia melakukan pivot dari bisnis utama sebelumnya di sektor pertambangan emas dan kembali membangun usaha dari awal.
Masa pemulihan tersebut berlangsung sekitar satu hingga dua tahun. Bukan proses yang mudah, sebab berbagai tantangan datang silih berganti, mulai dari tekanan finansial hingga persoalan hukum yang sempat membuatnya berstatus tersangka sebelum akhirnya diselamatkan dan dibebaskan.
Namun, fase tersebut justru menjadi bagian penting dalam membentuk ketahanan mentalnya sebagai seorang pengusaha.
“Semakin Ditekan, Semakin Tinggi Lompatan”
Kanda Sam mengibaratkan perjalanan seorang pengusaha seperti hukum pegas dalam fisika.
Semakin kuat sebuah pegas ditekan ke bawah, semakin besar pula energi yang tersimpan dan daya pantul yang dihasilkan.
Menurutnya, tekanan dan kegagalan tidak selalu menjadi akhir dari perjalanan bisnis. Justru, ujian dapat menjadi ruang untuk melakukan evaluasi, memperbaiki strategi, dan mempersiapkan lompatan yang lebih besar.
Bangkit Melalui Diversifikasi dan Kolaborasi
Setelah melewati masa sulit, Kanda Sam kembali membangun bisnis melalui diversifikasi dan kolaborasi.
Ia kemudian mendirikan Global Sinergi Aliansi, sebuah holding yang menaungi 16 Strategic Business Unit (SBU) dan bekerja sama dengan sejumlah CEO serta mitra bisnis.
Jaringan bisnis tersebut berkembang hingga memiliki 25 cabang di Indonesia dan enam cabang resmi di kawasan ASEAN, mencakup Malaysia, Singapura, Kamboja, Thailand, Vietnam, dan Timor Leste.
Selain itu, jaringan bisnisnya juga telah memiliki perwakilan di sejumlah kawasan Asia Timur, Afrika, London, Timur Tengah, hingga Amerika Serikat.
Portofolio bisnis yang dikembangkan pun cukup beragam dan mencakup enam pilar utama, mulai dari trading komoditas dan integrasi teknologi, teknologi keuangan dan investasi, industri minyak kelapa sawit, pertambangan emas, agrobisnis dan peternakan, hingga tour & travel, media, serta jasa konsultasi bisnis dan hukum.
Diversifikasi tersebut menjadi salah satu strategi untuk membangun bisnis yang lebih adaptif sekaligus tidak bergantung pada satu sektor usaha.
Pesan untuk Pengusaha Muda HIPMI
Di hadapan para pengusaha muda, Kanda Sam menekankan bahwa keberhasilan dalam bisnis tidak hanya ditentukan oleh strategi, modal, maupun besarnya keuntungan.
Ia mengingatkan pentingnya memegang prinsip “Wasta`iinuu bish-shabri wash-shalaah”, yakni menjadikan sabar dan salat sebagai penolong.
Menurutnya, sabar dalam dunia bisnis bukan berarti pasif atau hanya menunggu keadaan berubah. Sabar merupakan kemampuan untuk tetap bertahan ketika menghadapi tekanan, melakukan refleksi diri, serta menjadi pengendali agar seorang pengusaha tidak mengambil jalan pintas yang bertentangan dengan prinsip yang diyakini.
Sementara itu, salat menjadi ruang untuk memperoleh ketenangan ketika menghadapi persoalan dan menemukan kembali kejernihan berpikir ketika berada dalam kondisi stuck.
Kanda Sam juga mengingatkan para pengusaha muda untuk menjaga adab, integritas, serta batas halal dan haram dalam menjalankan bisnis.
Sebab, menurutnya, kesuksesan seorang pengusaha tidak semata-mata diukur dari besarnya omzet atau keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dari bagaimana proses mendapatkan dan mengelola rezeki tersebut.
Sharing perjalanan bisnis Kanda Sam menjadi pengingat bahwa jatuh bukan berarti selesai. Dengan ketahanan mental, evaluasi, keberanian mengambil keputusan, diversifikasi, dan kolaborasi, seorang pengusaha selalu memiliki kesempatan untuk kembali bangkit dan menciptakan lompatan yang lebih besar.
Dari pengalaman, lahir pembelajaran. Dari ujian, lahir ketahanan. Dan dari kolaborasi, terbuka jalan menuju pertumbuhan.
Populer
- 02 Pembangunan Pondok Quran dan Yatim Daarul Adzkar Kuningan…
- 03 Ruspendi : Menjadi Guru Ngaji, Pekerjaan Mulia…
- 04 Kisah Lahirnya SudutPublik.com: Menginspirasi Lewat Karya, M…
- 05 Yayasan Nur Afiat Desa Cageur hadir sebagai solusi umat…
- 06 Nurdin Hayat dan Imas Maspupah, menjawab masalah dengan doa…
- 07 Membangun Generasi Qur’ani, Daarul Adzkar Resmikan Ged…
- 08 Saat Ramadhan Menghangatkan Hati, Lagoon Linggarjati Jadi Te…
Beri Komentar