Mengarungi Tantangan Usaha Kuliner: Cerita Antre Susu Ciganitri Bangun Branding dan Konsistensi Pasar

1789057089-blog_e.jpeg

BANDUNG, SudutPublik.com — Membangun brand usaha kuliner dari nol hingga dikenal luas memerlukan konsistensi, strategi pemasaran yang tepat, serta adaptasi terhadap lingkungan baru. Hal tersebut dirasakan betul oleh Pak Okta, pengelola gerai Antre Susu di kawasan Ciganitri, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Antre Susu pertama kali didirikan oleh Arya Dermawan selaku Founder dan Teh Pio sebagai Co-Founder. Usaha ini mulanya mencatatkan kesuksesan di kawasan Darut Tauhiid (DT) dengan omzet mencapai Rp2 juta per hari. Namun, tingginya biaya sewa tempat mendorong ekspansi dan perpindahan fokus operasional ke wilayah Ciganitri di bawah pengelolaan Pak Okta.

Mengarungi Tantangan Pemasaran di Lokasi Baru

Berpindah ke lokasi baru tentu membawa tantangan tersendiri, terutama dalam hal membangun kesadaran merek (brand awareness) masyarakat sekitar. Pak Okta, yang sebelumnya telah berpengalaman selama 29 tahun bekerja di perusahaan swasta, mengungkapkan bahwa kuncinya terletak pada konsistensi dan kesabaran mental.

"Tantangan utamanya adalah memperkenalkan brand ini ke warga Ciganitri. Awalnya orang cuma lewat dan melihat, tapi karena kita konsisten buka setiap hari, lama-kelamaan mereka penasaran dan akhirnya mampir membeli," ujar Pak Okta saat diwawancarai oleh Azhar.

Uniknya, kelezatan produk Antre Susu telah menciptakan loyalitas pelanggan yang kuat. Pelanggan lama dari kawasan DT tak ragu datang jauh-jauh ke Ciganitri demi menikmati olahan susu kesayangan mereka. Bahkan, pesanan secara daring kerap berdatangan hingga dari kawasan Parongpong.

Dukungan Perizinan UMKM dan Jejaring Komunitas

Selain edukasi pasar, langkah memperkuat pondasi usaha juga mendapat dorongan dari pemerintah setempat. Melalui pendataan dan sensus UMKM oleh pihak Kecamatan Bojongsoang, yang berawal dari rekomendasi jejaring komunitas Bizlab (Business Laboratory) HIPMI Kabupaten Bandung Antre Susu terpilih menjadi salah satu dari tiga sampel UMKM unggulan di wilayah tersebut.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui pendampingan pengurusan perizinan dan sertifikasi usaha secara gratis (free), meliputi sertifikasi Halal hingga izin operasional toko.

Rencana Pengembangan Sistem Kemitraan

Menanggapi potensi ekspansi bisnis Antre Susu ke depan, Azhar dan Pak Okta mendiskusikan pentingnya pematangan sistem operasional sebelum melangkah ke model waralaba (franchise) penuh.

Saat ini, Antre Susu menjajaki skema kemitraan basic berupa penyediaan bahan baku utama dan booth operasional, sembari mempersiapkan cabang-cabang mandiri yang berada di bawah kontrol langsung (under control).

"Mengembangkan bisnis lewat sistem memang ideal, namun harus bertahap dan cerdik. Kita harus memastikan kualitas produk dan sistem kontrolnya siap terlebih dahulu," tutup Pak Okta.

Lewat kolaborasi jejaring komunitas pengusaha muda seperti Bizlab HIPMI dan pendampingan pemerintah lokal, Antre Susu optimistis mampu memperluas jangkauan pasar dan memperkuat fondasi bisnisnya di masa mendatang.


Beri Komentar