Kabupaten Bandung - Membangun usaha yang kuat tidak dapat dilakukan sendirian. Kolaborasi antara pelaku bisnis, komunitas, perbankan, dan pemerintah menjadi salah satu kunci dalam menciptakan ekosistem usaha yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Semangat tersebut menjadi fokus BIZLAB HIPMI Kabupaten Bandung Series 6 yang digelar Jumat (18/9/2026) di Restorame, Sekretariat HIPMI Kabupaten Bandung, Katapang. Mengusung tema “Membangun Ekosistem Usaha yang Kuat Melalui Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Bisnis”, kegiatan ini mempertemukan jajaran pemerintah daerah, perbankan, pengurus HIPMI, komunitas UMKM, mahasiswa, dan para pelaku usaha.
Pada awalnya, BIZLAB Series 6 menghadirkan Wakil Bupati Kabupaten Bandung Ali Syakieb sebagai narasumber. Namun, karena berhalangan hadir, materi kemudian disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung, H. Didin Syahidin, S.IP., M.Si. Kegiatan juga diawali sambutan Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Bandung Adhitya Fatur Rohman, yang memperkenalkan jajaran pengurus, di antaranya Ketua Bidang UMKM HIPMI Kabupaten Bandung Dudy Sandani dan Direktur BIZLAB Ardioga. Opening speech kemudian disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung, Drs. Yayan Suheryan, M.Si.
Pemerintah Buka Akses Program dan Digitalisasi UMKM
Rangkaian materi diawali dengan pengenalan akses permodalan oleh Manajer UMKM Bank BJB Soreang, Redo Sulman, sebelum dilanjutkan dengan pemaparan dari Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung.
Dalam sesi diskusi, Didin Syahidin menyampaikan sejumlah program pemerintah daerah yang diarahkan untuk memperkuat daya saing koperasi dan UMKM, salah satunya melalui Total Bedas (Toko Digital Berdaya Saing).
Program tersebut lahir dari pengembangan usaha yang dilakukan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Pemerintah Kabupaten Bandung, menurut Didin, tengah melakukan pengembangan agar platform tersebut nantinya dapat tersedia melalui Play Store dan tidak hanya menampilkan produk koperasi, tetapi juga memberikan ruang bagi produk UMKM.
Selain itu, Diskop UKM Kabupaten Bandung juga membuka peluang kolaborasi dengan sejumlah marketplace, seperti Shopee dan Tokopedia, agar produk UMKM Kabupaten Bandung memiliki akses pasar digital yang lebih luas.
Didin juga menjelaskan keberadaan PPKM (Perkumpulan Pengusaha Karsa Mandiri) Kabupaten Bandung sebagai salah satu komunitas yang selama ini berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Melalui jejaring komunitas tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh akses pendampingan untuk berbagai kebutuhan pengembangan usaha, termasuk fasilitasi terkait sertifikasi halal dan dokumen pendukung lainnya sesuai program yang tersedia.
85 Peserta, Diskusi Hidup hingga Pertanyaan dari Pendengar Radio
BIZLAB HIPMI Series 6 diikuti sekitar 85 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari jajaran dinas, perbankan, pengurus BPC HIPMI Kabupaten Bandung, komunitas UMKM, pelaku usaha, mahasiswa HIPMI Perguruan Tinggi, hingga mitra dan sponsor.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Tidak hanya peserta yang hadir secara langsung, kemeriahan acara juga menjangkau masyarakat melalui siaran live ASBI Radio. Sejumlah pendengar bahkan turut mengajukan pertanyaan secara langsung melalui sambungan telepon.
Kegiatan semakin semarak dengan kehadiran PRIME AKSARA yang memberikan fasilitas pemeriksaan mata gratis bagi peserta serta membagikan sejumlah doorprize. Setelah rangkaian utama BIZLAB selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi networking dan sharing antara pengurus HIPMI, mahasiswa HIPMI Perguruan Tinggi, serta anggota BIZLAB.
BIZLAB Jadi Ruang Pertemuan Pemerintah dan Dunia Usaha
Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penyerahan plakat kepada para narasumber. Ketua Umum HIPMI Kabupaten Bandung Adhitya Fatur Rohman menyerahkan plakat kepada Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung, sedangkan Ketua Bidang UMKM HIPMI Kabupaten Bandung Dudy Sandani menyerahkan plakat kepada Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung.
Melalui Series #6, BIZLAB HIPMI Kabupaten Bandung kembali menegaskan fungsinya sebagai ruang belajar, bertukar gagasan, dan membangun jejaring antara dunia usaha dengan berbagai pemangku kepentingan.
Semangat yang dibawa sejak awal acara bahwa "bisnis yang kuat tidak tumbuh sendirian" menjadi pesan utama BIZLAB Series 6. Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, komunitas, HIPMI, dan pelaku usaha diharapkan dapat terus diperkuat untuk membuka lebih banyak akses, peluang, serta menciptakan ekosistem usaha yang saling mendukung di Kabupaten Bandung.