Langsung ke konten
Sudut Publik
Breaking News
Organisasi & Komunitas

BIZLAB HIPMI Series 7 Bahas Pondasi Bisnis UMKM, Dorong Penguatan Manajemen dan Strategi Usaha

Admin 3 menit baca

Foto Bersama Narasumber, Pengurus, Peserta HIPMI Bizlab Series 7
Foto Bersama Narasumber, Pengurus, Peserta HIPMI Bizlab Series 7

Kabupaten Bandung - Membangun bisnis yang mampu bertahan dan berkembang membutuhkan pondasi yang kuat, bukan hanya dari sisi produk dan pemasaran, tetapi juga melalui manajemen serta sistem usaha yang efektif. Hal tersebut menjadi fokus BIZLAB HIPMI Kabupaten Bandung Series #7 yang digelar Jumat (2/10/2026) di Sekretariat HIPMI Kabupaten Bandung, Restorame, Katapang.

Mengusung tema “Membangun Pondasi Bisnis UMKM yang Kuat melalui Manajemen dan Sistem yang Efektif”, kegiatan menghadirkan Rayhan Nuradithia, Wakil Ketua Umum HIPMI Jawa Barat periode 2021–2024 sekaligus Ketua Pengembang Indonesia Jawa Barat sejak 2019 hingga saat ini. Selain itu, Yunus bersama Sari dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojongsoang Bandung turut memberikan pemaparan mengenai perlindungan bagi pelaku usaha dan pekerja melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT). Ketua Umum HIPMI Kabupaten Bandung turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan.

Fokus dan Sistem Jadi Pondasi Bisnis

Ketua Umum DPD Pengembang Indonesia Jawa Barat Rayhan Nuradithia memaparkan materi tentang "Membangun Fondasi Bisnis UMKM yang Kuat Melalui Manajemen dan Sistem yang Efektif" pada kegiatan Bizlab HIPMI Series 7 di Sekretariat HIPMI Kabupaten Bandung, Restorame Katapang
Ketua Umum DPD Pengembang Indonesia Jawa Barat Rayhan Nuradithia memaparkan materi tentang "Membangun Fondasi Bisnis UMKM yang Kuat Melalui Manajemen dan Sistem yang Efektif" pada kegiatan Bizlab HIPMI Series 7 di Sekretariat HIPMI Kabupaten Bandung, Restorame Katapang Foto: Fauzan Hamadani/Sudut Publik

Dalam materinya, Rayhan mengawali pembahasan dengan pentingnya aktivitas perdagangan sebagai salah satu jalan membangun kehidupan ekonomi. Ia kemudian mengajak peserta melihat bagaimana sebuah bisnis dapat membangun dan memperkuat brand dengan menciptakan solusi dari permasalahan yang ada.

Sejumlah contoh bisnis seperti Gojek, Maujahit, dan Collaborayhan diangkat untuk menggambarkan bagaimana persoalan di masyarakat dapat menjadi peluang usaha ketika diolah melalui inovasi dan strategi yang tepat.

Menurut Rayhan, terdapat sejumlah pondasi yang perlu diperhatikan UMKM agar dapat naik kelas, terutama dari sisi pemasaran dan keuangan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) juga menjadi bagian penting dalam pembahasan.

“Bisnis yang tidak berdampingan dengan AI maka akan ketinggalan. Jangan anti sama AI, tapi berdampinganlah dengan AI,” ujar Rayhan.

Ia juga menekankan pentingnya fokus bagi pelaku UMKM. Menurutnya, banyak pelaku usaha mudah berpindah arah karena melihat peluang lain yang tampak menarik, sehingga bisnis yang sedang dibangun tidak berkembang secara optimal.

Rayhan: Fokus adalah Harga yang Mahal

Dalam wawancara singkat bersama tim media HIPMI Kabupaten Bandung setelah acara, Rayhan menyebut BIZLAB sebagai salah satu terobosan HIPMI Kabupaten Bandung yang memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk belajar, membangun jejaring, dan membuka peluang kolaborasi.

Ia menilai pembahasan mengenai fondasi bisnis dan manajemen keuangan penting agar para pelaku usaha dapat mengembangkan bisnis secara lebih terarah.

“UMKM harus fokus, karena biasanya UMKM gampang teralihkan. Lihat kanan menarik pindah kanan, lihat kiri menarik pindah kiri. Padahal fokus itu menjadi yang terpenting,” kata Rayhan.

Menurutnya, fokus dalam membangun bisnis membutuhkan proses dan komitmen jangka panjang. Ia mengibaratkan membesarkan bisnis seperti membesarkan seorang bayi yang membutuhkan perhatian secara konsisten.

Selain fokus, Rayhan juga mendorong pelaku UMKM membangun jejaring yang tepat melalui organisasi dan komunitas. Menurutnya, bergabung dalam HIPMI dapat membuka ruang pertemanan, relasi, hingga peluang kolaborasi bisnis.

“Bergabunglah bersama HIPMI karena HIPMI bisa berkolaborasi dan membesarkan bisnis dari teman-teman semua. Bergabunglah dengan HIPMI Kabupaten Bandung,” pesannya.

BPJS Ketenagakerjaan Kenalkan Tiga Program Perlindungan

BPJS Ketenagakerjaan Bojongsoang Bandung Yunus menjelaskan tiga program yang menjadi bagian dari perlindungan ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).
BPJS Ketenagakerjaan Bojongsoang Bandung Yunus menjelaskan tiga program yang menjadi bagian dari perlindungan ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT). Foto: Fauzan Hamadani/Sudut Publik

Selain materi strategi dan manajemen bisnis, BIZLAB Series 7 juga memberikan wawasan mengenai perlindungan sosial bagi pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Yunus didampingi Sari dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojongsoang Bandung menjelaskan tiga program yang menjadi bagian dari perlindungan ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku UMKM untuk tidak hanya memikirkan pertumbuhan omzet dan pemasaran, tetapi juga membangun sistem usaha yang lebih tertata serta memperhatikan aspek perlindungan bagi orang-orang yang terlibat dalam bisnis.

Melalui BIZLAB HIPMI Series 7, HIPMI Kabupaten Bandung kembali menghadirkan ruang pembelajaran yang mempertemukan pelaku usaha dengan praktisi dan berbagai pihak pendukung ekosistem bisnis. Strategi, fokus, manajemen, sistem, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi bagian penting dalam membangun pondasi UMKM agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Bagikan: WhatsApp Facebook X